Ikhlasadalah niat semata-mata kerana Allah, kerana menjunjung perintahNya, kerana mengharap redhaNya, kerana mengikuti arahanNya, kerana mentaatiNya dan kerana patuh padaNya. Itulah antara tanda ikhlas. Bagi orang yang beramal dan melakukan kebaikan, tidak mengharapkan pujian dan tidak berkesan segala kejian itulah ikhlas.Bagi orang yang Begitujuga pendapat sebagian golongan yang mengikat hanya do’a dari anak sholeh saja yang bisa diterima oleh Allah swt. adalah pikiran yang tidak tepat baik secara naqli (nash) maupun aqli (akal) karena hal tersebut akan bertentangan juga dengan ayat ilahi dan hadits-hadits Nabi saw. mengenai amalan-amalan serta do’a seseorang yang Karenaitulah setiap amal perbuatan harus disertai dengan ikhlas, tak berlebihan jika dikatakan bahwa ikhlas adalah ruh-nya amal perbuatan seseorang. Perbuatan yang disertai keikhlasan akan menciptakan suasana bathin menjadi senagn, perbuatan yang berat menjadi ringan, yang asalnya membosankan menjadi menjadi menggairahkan. Halini berkaitan dengan setiap manusia yang memiliki penyakit hati yang menyulitkan untuk bersikap ikhlas. Namun, bagi orang yang bertakwa ikhlas tidak akan sulit diterapkan. Berikut ini penjelasan secara detail mengenai pengertian ikhlas, cara penerapan dan tingkatannya yang dirangkum oleh berbagai sumber, Minggu (8/4/2021). Amalantidak lepas dari 2 hal yaitu ikhlas dan ittiba’. Ikhlas adalah niat dalam beramal, dan ikhlas merupakan ruh bagi amalan. Dalilnya, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niat dan sesungguhnya setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan yang diniatkannya.” (Muttafaqun’alaihi) Yang kedua adalah ittiba’. Suatuperbuatan yang dilakukan tanpa keikhlasan, tidak akan mendatangkan kebaikan, baik bagi pelakunya maupun bagi pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu, Allah SWT. menyeru kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, khususnya dalam beribadat kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya: MenurtIbnul Qoyyim bahwa amalan dan penghambaan hati dengan menyandarkan segala sesuatunya hanya kepada Allah Swt. semata, percaya terhadap-Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikan segala kecukupan bagi dirinya, dengan tetap berikhtiar semaksimal Admin -. March 24, 2011. 5738. Bencana!! banyak berilmu namun tanpa amal. (dikutip dari buku : DARI MADINAH HINGGA KE RADIORODJA. (Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr, hafizhahullah) Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda. Mengenai Syaikh Abdurrozzaq, sebagaimana pengakuan sebagian teman yang pernah dekat dengan MomentumHari Amal Bhakti Kementerian Agama saat ini yang diwarnai kritik atas kinerjanya, hendaknya dijadikan pula sebagai momentum untuk kritik oto kritik, yakni instrospeksi diri. Hal ini perlu dilakukan, sebab, tentu saja tidak ada yang lebih tahu persoalan-persoalan dalam tubuh institusi kementerian agama, kecuali orang-orang yang ada Contohsoal beserta jawaban dibuat dengan pendekatan ilmiah dan profesional. Rangkuman materi pai kelas 8 bab 11. A Berbaik sangka kepada Allah SWT. Fiqh Peserta didik bisa memahami dan menguasai materi tentang. Amal saleh adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain berdasarkan syariat Islam serta Orangyang beramal dengan maksud agar ia dikatakan sebagai orang yang dermawan, maka ia pun dimasukkan ke dalam neraka, karena tujuan ibadahnya itu hanyalah ingin memperoleh kemasyhuran. Maka memberinya kemasyhuran di dunia dan di akhirat tiada apa-apa lagi baginya kecuali neraka. Allah berfirman dalam Q.S Al-Isra :18 ` ¨ TranslatePDF. 1 KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN SINGKAT DAN PRAKTIS Hatta Syamsuddin, Lc +6281329078646 Wakaf untuk dakwah di jalan Allah Tidak diperjualbelikan – dilarang mengcopy untuk kepentingan komersial Semoga bermanfaat bagi umat f 2 Materi 1 : Gembira Menyambut Ramadhan Seseorangyang mengeluarkan harta, tidak lantas menjadi miskin. Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya. (HR. Muslim, No. 2588). #3 Disediakan Pintu Khusus Untuk Masuk Surga. Bagi orang yang bersedekah, sunggu Allah menyediakan pintu khusus untuk mereka. Beramalyang dimaksud di dalam hadits ini adalah amal secara umum, baik itu amal yang berkaitan dengan lisan, amal yang berkaitan dengan anggota tubuh, atau amal yang berkaitan dengan harta. ( [28] ) Amalan lisan, seseorang yang berdzikir atau baca Al-Quran hendaknya selalu ikhlas kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar". (QS. Al-Qashash Ayat 80) WX0Y. Dki jakarta Ikhlas menjadi salah satu syarat penting dalam beramal dan beribadah sehingga seorang muslim harus senantiasa menjaganya. Dalam Islam, syarat diterimanya amalan ibadah adalah ikhlas dan mengikuti sunah atau tuntunan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Tanpa salah satunya, amalan menjadi tidak sempurna. Ikhlas menunjukkan jika amalan dilakukan semata-mata hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Pengertian ikhlas adalah suatu sikap yang terlihat mudah diucapkan, namun banyak orang yang kesulitan menerapkannya dalam kehidupan. Hal ini berkaitan dengan setiap manusia yang memiliki penyakit hati yang menyulitkan untuk bersikap ikhlas. Namun, bagi orang yang bertakwa ikhlas tidak akan sulit diterapkan. Berikut ini penjelasan secara detail mengenai pengertian ikhlas, cara penerapan dan tingkatannya yang dirangkum oleh dari berbagai sumber, Minggu viii/iv/2021. Mengenal Pengertian Ikhlas Ilustrasi Ikhlas Credit Secara bahasa, pengertian ikhlas artinya membersihkan bersih, jernih, suci dari campuran dan pencemaran, baik berupa materi ataupun immateri. Adapun secara istilah, pengertian ikhlas adalah membersihkan hati supaya menuju kepada Allah semata, dengan kata lain dalam beribadah hati tidak boleh menuju kepada selain Allah. Sementara itu, pengertian ikhlas menurut Ali Al Daqoq adalah menutupi segala sesuatu dari pandangan makhluk seorang Mukhlis yaitu orang yang ikhlas tidak memiliki sifat riya. Beda halnya dengan Fudhail Bin Iyadh, pengertian ikhlas adalah beramal hanya semata-mata karena Allah jika seseorang meninggalkan beramal kepada manusia disebut riya, sedangkan orang yang beramal karena manusia adalah syirik sedangkan posisi Ikhlas adalah di antara keduanya. Jadi, ikhlas adalah suatu sikap yang menjadikan niat hanya untuk Allah SWT dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT bukan kepada pujian dari manusia. Contoh dari perwujudan sikap ikhlas lainnya adalah ketika memberi sedekah atau berkorban demi kepentingan orang lain, maka Anda dianjurkan melakukannya dengan rasa ikhlas dan hanya mengharap ridho dari Allah SWT. Tingkatan Ikhlas Ilustrasi Ikhlas Credit Setelah memahami pengertian iklhas, penting juga bagi umat Islam untuk mengetahui tingkatan-tingkatannya. Para ulama telah membagi ikhlas dalam tiga tingkatan, berikut penjelasannya secara detail. 1. Tingkat ikhlas yang tertinggi adalah Ikhlas Akhwas Al-Khawas Ikhlas Akhwas Al-Khawas yaitu saat seseorang mampu membersihkan perbuatan atau amalannya dari perhatian manusia lain. Dia beramal seakan tidak ada yang diinginkan dari ibadahnya selain menjalankan perintah Allah dan melakukan hak penghambaan. Dia melakukan itu semua tidak didasari mencari perhatian manusia baik berwujud kecintaan, pujian, harta dan sebagainya. two. Tingkatan kedua adalah Ikhlas Khawas Ikhlas Khawas adalah orang yang melakukan perbuatan karena Allah agar diberi bagian-bagian di kehidupan akhiratnya. Contohnya adalah meminta dijauhkan dari siksa api neraka dan termasuk sebagai penghuni di dalam surga dengan menikmati berbagai macam kelezatannya. Ada pamrih, namun pamrihnya untuk kehidupan setelah kematian. 3. Tingkatan ketiga adalah Ikhlas Awam Ikhlas Awam yaitu orang yang melakukan perbuatan atau amalan karena Allah agar diberi bagian duniawi. Misalnya orang beribadah untuk mencari kelapangan rizki dan terhindar dari hal-hal yang menyakitkan. Penerapan Ilmu Ikhlas dalam Beribadah Ilustrasi Ikhlas Credit i. Ilmu Ikhlas dalam Syahadat Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidaklah ada satu jiwa pun yang meninggal dalam keadaan bersyahadat Laa Ilaaha Illallah dan aku adalah Rasulullah yang itu semua kembali kepada hati seorang mukmin ikhlas dari lubuk hatinya, kecuali Allah akan beri ampunan kepadanya.” 60 minutes. Ahmad, Ibnu Majah, lihat Ash Shahihah, no. 2278 two. Ilmu Ikhlas dalam Salat Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW “Tidaklah ada seorang muslim yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian menegakkan shalat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya ikhlas, kecuali wajib bagi dia untuk masuk Al Jannah.” Hr. Muslim 3. Ilmu Ikhlas dalam Berzakat Zakat akan mengajari bagaimana kamu harus dilandasi dengan rasa ikhlas sebelum menunaikan zakat. Di antara konsekuensi kejujuran seseorang adalah hendaknya dia benar-benar ikhlas karena Allah SWT dalam amalannya tersebut. 4. Ilmu Ikhlas dalam Puasa Ramadan Ketika menjalani puasa Ramadan, tentunya kamu akan belajar bagaimana menahan haus dan lapar sepanjang hari. Ilmu ikhlas adalah dasar penting untuk dalam menjalankan ibadah puasa. Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan dilandasi keimanan dan semata-mata ikhlas mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” 60 minutes. Al Bukhari, Muslim 5. Ilmu Ikhlas dalam Ibadah Haji Haji merupakan sebuah amalan mulia jika kita telah mampu dan dapat menjalankannya. Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji semata-mata ikhlas karena Allah, dan dia tidak melakukan perbuatan kotor dan dosa dalam hajinya tersebut, maka dia kembali dalam keadaan seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya suci dan bersih dari dosa.” HR. Al Bukhari, Muslim Penerapan Ikhlas dalam Kehidupan Ilustrasi Ikhlas Credit Setelah memahami pengertian ikhlas menerapkan sikap ikhlas dalam kehidupan tentunya bukanlah hal yang mustahil, walaupun sulit untuk dilakukan. Tentunya kesulitan tersebut akan membuahkan hasil yang sangat besar, yaitu Anda akan mendapatkan ketenangan jiwa dalam menjalani hidup. Anda bisa menerapkan sikap ikhlas dalam kehidupan dengan melakukan beberapa hal berikut Menguatkan niat dalam hati untuk belajar ikhlas. Hal ini nantinya akan membuat Anda lebih mudah dalam menerapkannya dalam kehidupan. Dengan niat yang kuat, Anda akan sulit digoyahkan dengan berbagai godaan. Selalu berpikir positif dan hindari suuzon. Anda harus menghindari prasangka atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda, karena semuanya terjadi atas izin Allah SWT, dan pastinya ada hikmah di setiap kejadian tersebut. Bergaul dengan orang-orang yang bertakwa. Pengaruh lingkungan dan pertemanan memiliki peran besar agar Anda dapat berlaku ikhlas dalam keseharian. Menjadikan pengalaman sebagai pembelajaran. Anda harus berhenti untuk menyalahkan keadaan tetapi menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Ambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa Anda karena akan selalu ada kebaikan didalamnya. Kajian Online Penyejuk Iman KOPI Ramadan kembali digelar. Kali ini mengangkat tema mengikhlaskan amal. Ustadz Dr. Sus Budiharto, Psi. dalam kajiannya mengulas tips agar selalu tenang dan bahagia setelah beramal. Menurutnya, perkara paling dasar adalah mengikhlaskan diri kepada Allah sebagai syarat utama diterimanya amal ibadah. Ikhlas merupakan amalan hati yang perlu mendapatkan perhatian khusus secara mendalam dan dilakukan secara terus-menerus. Baik ketika hendak beramal, sedang beramal, maupun ketika sudah beramal. Hal ini dilakukan agar amalan yang dilakukan bernilai di hadapan Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus ….” Maksud dari agama yang lurus dari ayat tersebut adalah kita terjauhkan dari hal-hal syirik dan menuju kepada tauhid. Disinilah kedudukan ikhlas yang begitu penting dalam amal ibadah, agar amalan-amalan tidak sia-sia dan tidak mendapatkan azab di dunia maupun akhirat kelak. Ustadz Sus Budiharjo dalam tausiyahnya memaparkan agar tidak berharap kepada manusia ketika beramal, melainkan berharap hanyalah kepada Allah. Caranya yakni dengan menanyakan kepada diri sendiri mengenai hal yang dilakukan. Apakah kita melakukan ini untuk teman, kerabat, kantor, bangsa, atau untuk Allah? “Hal ini perlu dilakukan agar hati kita tertata untuk terus menumbuhkan rasa ikhlas di hati. Sehingga apabila mendapatkan cacian atau hinaan dari oranglain, kita tidak merasa sedih. Karena pada hakikatnya kita melakukan itu hanyalah untuk Allah,” terangnya. Allah menyeru hamba-Nya dalam QS. Al-Ikhlas pada kalimat Qul atau katakanlah. “Mengatakan bahwa Allah itu Maha Esa dan semua yang dilakukan hanya untuk Allah, serta apapun yang telah dilakukannya diserahkan hanya kepada-Nya. Sebab tidak ada yang dapat disetarakan dengan-Nya,” jelasnya. Ustadz Sus Budiharjo menambahkan, InsyaAllah dengan melakukan hanya karena-Nya, kita mencintai Allah dan sebaliknya. Jika kita diuji kita bersyukur, jika dikhianati kita bersyukur, sebab kita melakukannya hanya karena Allah. Untuk itu kita menjadi lebih tulus, ikhlas dan bahagia. “Jangan menggantungkan amalan itu untuk mendapatkan pujian dari manusia. Alhamdulillah kalau dapat pujian, kalau dapat makian kita terima dan setelah itu memohon kepada Allah,” pungkasnya. SF/RS Sebagai agama yang baik, Islam mengajarkan umatnya untuk berperilaku ikhlas. ikhlas merupakan perbuatan yang dilakukan yang ditujukan hanya kepada Allah SWT. Ikhlas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Maka dari itu siapapun yang dapat berperilaku ikhlas akan mendapatkan imbalan yang sesuai. Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya” HR. Abu Daud dan Nasa’i. Menjadi orang yang ikhlas, memiliki banyak manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Di antara manfaat-manfaat tersebut adalah Ketenangan jiwa Manfaat menjadi orang ikhlas yang pertama adalah merasakan ketenangan jiwa. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan berbagai hasrat hanya terfokus kepada satu hasrat, maka Allah mencukupkannya dari kerisauan dunia. Dan barangsiapa hasratnya bercabang-cabang, Allah tidak akan memperdulikannya di penjuru dunia mana dia mengalami kehancuran dan kebinasaan” HR. Al- Hakim dan Baihaqi. Ketenangan jiwa dapat diperoleh dari berperilaku ikhlas. Biasanya orang yang bisa berperilaku ikhlas akan memfokuskan segala sesuatu kepada ridha Allah SWT. Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa yang dunia merupakan tujuannya, maka Allah mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan ada di depan matanya. Dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. dan barangsiapa yang akhiratnya merupakan niatnya, maka Allah menghimpun urusannya, menjadikan kecukupan ada dalam hatinya dan dunia menghampirinya dalam keadaaan tunduk” HR. Ibnu Majah. Terhitung ibadah Seperti yang dikatakan diatas, bahwa Allah SWT tidak menerima ibadah seseorang apabila tidak dilakukan dengan ikhlas, maka dengan melakukan sesuatu dengan ikhlas, maka sesuatu yang dilakuka tersebut termasuk ibadah. Terhindar dari godaan setan orang yang berperilaku ikhlas akan terhindar dari godaan setan, hal ii dijelaskan oleh Allah dalam surah Al-Hijr ayat 40 yang artinya, “Aku syetan akan menyesatkan kecuali hamba-hamba Mu Allah yang ikhlas”. Mendapat pertolongan dari Allah Rasulullah SAW bersabda, “Sesungghnya Allah menolong umat ini disebabkan oleh orang yang lemah diantara mereka, doa, sholat dan keikhlasan mereka” HR. Nasa’i. – Ikhlas menempati maqam spiritual tertinggi dari cabang-cabang keimanan yang menjadi salah satu penentu diterimanya amal. Sehingga tidak akan diterima amal seseorang kecuali dilakukan dengan keikhlasan dan mengikut tuntunan Rasulullah Muhammad SAW. Di artikel ini, ada 7 manfaat ikhlas, nomor 5 kamu tetap dapat pahala meskipun amalmu belum diselesaikan. Berikut ini sekilas tentang 7 manfaat ikhlas diolah dari Niat dan Ikhlas, Al Qardhawi, Al Kautsar & Risalah Gusti Ketenangan batin Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang menjadikan kehidupan dunia sebagai dambaannya, Allah akan menjauhkannya dari tujuannya itu dan menjadikan kehidupannya dalam kekurangan. Kehidupan dunia tidak akan diperolehnya kecuali yang hanya telah ditetapkan baginya. Sebaliknya, siapa saja yang menjadikan akhirat sebagai niat yang melatarbelakanginya, maka Allah akan memenuhi semua urusannya dan juga menjadikan kecukupan di dalam hatinya dan dunia menghampirinya dan dunia itu adalah sesuatu yang hina di matanya” HR. Ibnu Majah, dalam Az Zawa’id no. 4105. Inilah salah satu dari 7 manfaat ikhlas. Kekuatan spiritual Kekuatan spiritual ini juga menemukan pembenarannya dalam pasukan Thalut. Allah swt. menceritakan, “…Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan bertemu Allah, berkata, Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.’ Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” QS. Al Baqarah 249. Betapa sengsaranya orang yang tidak mengimani Allah dan hari akhir. Ketika pasukan Uni Soviet yang komunis akan berangkat perang pada Perang Dunia II, sebagian di antara mereka melakukan desersi pemboikotan. Alasannya sangat realistis, “Tidak ada bedanya apakah kami mati sebagai patriot pembela negara atau sebagai pecundang yang sembunyi di kolong ranjang karena kami tak punya Tuhan yang akan membalas perbuatan kami di kehidupan selanjutnya” dalam Gue Never Die, Salim A. Fillah, Pro-U Media, hlm. 30. Istiqamah dalam beramal Seseorang yang melaksanakan sesuatu karena atasannya atau penguasa, misalnya, bisa saja ia akan segera menghentikan pekerjaannya itu saat sang pimpinan meninggal dunia atau diturunkan dari jabatannya. Sebaliknya, seseorang mukhlis orang yang ikhlas tidak akan berhenti atau menunda-nunda amal. Karena ia tidak akan merasa sendirian atau ditinggalkan. Allah akan tetap selalu hadir. Allah berfirman, “…Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” QS. Al Qashshash 88. Karena sadar Allah senantiasa melihat dan mengawasi, orang yang beramal dengan ikhlas karena Allah akan selalu berusaha menjaga amalnya dengan istiqamah. Allah Ta’ala berfirman, ”Maka tetap istiqamahlah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu, dan juga orang yang telah taubat beserta kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan” QS. Huud 112. Status amalan yang mubah menjadi ibadah Nabi saw. bersabda, “Sungguh tatkala engkau menafkahkan sesuatu dengan niat karena Allah, amalan itu akan ditetapkan bagimu sebagai bentuk ibadah kepada-Nya meskipun hanya sesuap makanan yang engkau berikan ke mulut istrimu” HR. Bukhari & Muslim, dari Saad ra. Bahkan rasa haus, lapar, atau capek juga mendapat pahala jika dalam rangka berjuang fi sabilillah. ”…Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak pula menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak pula yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka amal saleh pula karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” QS. At Taubah 120-121. Memperoleh pahala dari suatu amal kebaikan sekalipun belum dilakukan atau diselesaikan Allah swt. berfirman, “…Siapa saja keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke tempat yang dituju, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS. An Nisa 100. Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa sungguh-sungguh memohon mati syahid maka Allah menghantarkannya ke kedudukan orang-orang yang mati syahid sekalipun dia mati di atas kasurnya” HR. Muslim. Kemenangan dan Kecukupan dari Allah Salah satu buah lainnya adalah mendapat dukungan dari Allah dan akan dicukupi-Nya sebagaimana firman-Nya, “Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya?” QS. Az Zumar 36. Kualitas keikhlasan dan konsentrasi seseorang kepada Tuhan menentukan tibanya pertolongan Allah. Dukungan Naungan Allah di Masa Kritis Al Quran menceritakan, “Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, dan berlayar di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung bahaya, maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. Mereka berkata, Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.’ Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa alasan yang benar…” QS. Yunus 22-23.

manfaat bagi seseorang yang beramal secara ikhlas adalah kecuali